PBNU Minta Teriakan ‘Bunuh’ saat Demo FDS tak Dipermasalahkan



Islamedia - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud meminta bahwa keterlibatan santri NU dalam demo dan meneriakan ‘bunuh Mendikbud’ tidak perlu dipersoalkan. Menurutnya, yang seharusnya dipersoalkan adalah kebijakan Full Day School.

“Yang jadi persoalan kan kebijakannya, bukan itunya (ungkapan ‘bunuh’.red). Jadi kalau persoalannya kebijakan, jangan yang lagi memperjuangkan kebijakannya dipersoalkan,” katanya kepada wartawan di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Pusat pada Selasa (15/08).

Ia juga menganggap bahwa ujaran kebencian dalam demo tersebut belum jelas. Menurut Marsudi, ada kata-kata yang samar.

“Kalimatnya tidak se-clear itu, bunuh atau mundur atau gusur, itu yang saya dengerin nggak clear kalimatnya. Bunuh atau mundur atau gusur,” jelasnya.

Selain itu, saat ditanya soal wacana dibentuknya tim investigasi dari NU untuk mengusut kasus tersebut, Marsudi mempersilahkan. Sebab, pihaknya tidak mempersoalkan. Namun, apakah tim tersebut sudah ada tindak lanjut, ia tidak mengetahui.

“Bentuk aja (tim investigasi.red) , gitu aja kok repot. Wong kita nggak merasa ada persoalan,” ucapnya. Terakhir, ia menyebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan sebelum istighotsah. “Itu kan sebelum istighotsah, pas istighotsah ya nggak ada apa-apa,” tukasnya. sumber : kiblat [islamedia]