Patrialis Akbar : Tuntutan 12,5 Tahun Penjara Mengada-ada


Islamedia - Mantan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar menyebutkan apa yang disebutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tentang tuntutan 12,5 tahun penjara terlalu mengada-ada.

"Pertama saya mengucapkan innalillahi wainailaihi rojiun, karena saya sudah mengungkapkan di persidangan seluruh fakta-fakta. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada JPU, banyak hal yang saya lihat itu adalah fiksi," ujar Patrialis usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat, seperti dilansir republika, Senin (14/8/2017).

Selanjutnya Patrialis dan kuasa hukumnya untuk mengajukan pembelaan. Ia memiliki keyakinan, fakta persidangan akan menjadi bahan pertimbangan yang absolut dalam suatu peradilan. 

"Fakta persidangan ini insyaallah jadi bahan pertimbangan yang absolut dalam suatu peradilan yang kita sama-sama ikuti dengan baik," papar Patrialis.

Terkait hal fiksi apa yang menurutnya disebutkan oleh JPU, Patrialis enggan menjelaskannya. Ia mengatakan, akan menjelaskan hal tersebut pada nota pembelaannya yang akan ia buat dalam kurun waktu satu minggu ke depan. 

"Sekali lagi, saya tetap menghormati karena memang JPU tugasnya menuntut orang. Tugas saya sebagai terdakwa dan kuasa hukum harus mengungkapkan fakta. Bukan hanya sekesar membela diri tapi lebih kepada mengungkapkan fakta," jelas dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya Jaksa KPK Lie Putra Setiawan membacakan tuntutan hukum terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi Patrialis Akbar dengan tuntutan selama 12 tahun enam bulan penjara.(baca: Jaksa KPK : 12,5 Tahun Penjara untuk Patrialis Akbar). [islamedia]