Universitas Islam Negeri Jakarta Pecat Dosen Bercadar


IslamediaRektor universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dede Rosyada mengungkapkan bahwa pernah memecat dosen muslimah di kampusnya karena dianggap memiliki pandangan ekstrem di luar batas sewajarnya yakni mengenakan cadar.

Dalam aturan kampus UIN Jakarta, Dede menjelaskan bahwa dosen muslimah tidak boleh menggunakan cadar saat mengajar.  

Sebelum dipecat, Dede mengaku bahwa sudah menawarkan kepada sang dosen untuk memilih untuk melepas cadarnya saat memberikan kuliah, namun tawaran ditolak.

Pernah kami lakukan tindakan tegas kepada dosen yang memang terindikasi gerakan-gerakan radikal,” ujar Dede Rosyada di gedung rektorat UIN Jakarta, Ciputat, seperti dilansir edunews, Sabtu (29/7/2017).

Kejadian pemecaran dosen muslimah bercadar terjadi pada tahun 2016. “Itu tahun lalu, karena memang yang bersangkutan pernah kami panggil dan lakukan interogasi. Kami berikan pilihan dan dia malah memilih aktif kegiatan organisasinya itu,” papar Dede.

Pihak kampus UIN Jakarta mengetahui dosen tersebut berpandangan berbeda, setelah pihaknya meminta dosen itu untuk menanggalkan cadar saat memberi perkuliahan, namun dia menolak. Saat itu sang dosen memiliki argumennya untuk mempertahankan bercadar.

Karena yang bersangkutan tetap berkeras dengan pendiriannya, pihak kampus lalu mengambil langkah tegas memecatnya. Sedang untuk dosen pria, Dede mengaku bentuk pengawasannya lebih sulit.

Sementara banyak dosen UIN yang memiliki penampilan sama, mulai celana cingkrang, hingga memelihara jenggot. Selama tidak ada laporan tentang aktivitas dosen tersebut, pihaknya tak bisa memberikan sanksi apapun.[islamedia]