Menteri Agama : Jangan Terlalu Serius Dalam Beragama


IslamediaMenteri Agama Republik Indonesia (RI), Lukman Hakim Syaifuddin mengungkapkan mengajak masyarakat Sulbar, khususnya yang ada di Mamuju untuk tidak terlalu formalis dalam memeluk ajaran Islam.

Pernyataan Menteri Lukman ini disampaikan Menteri Agama RI saat menyampaikan sambutan di acara khatamal Quran 7769 santri dari 101 santri TPQ yang ada di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, selasa 27 Juli 2017.

"Kita jangan terlalui tegang dalam menganut paham Agama, jangan kita terlalu formalistis dalam menjalani kehidupan keagamaan atau terlalu serius, sehingga melupakan substansi agama, yakni saling mengasihi dan saling memperhatikan satu sama lain," ujar Lukman seperti dilansir tribunnews, Selasa (25/7/2017).

Lukman menegaskan serius dalam beragama memang sesuatu yang sangat penting, namun jika terlalu serius, itu berpotensi menimbulkan sesuatu yang berlebihan dan dapat mengurangi rasa toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang seakan-akan yang berbeda harus seolah dipaksakan untuk sama dengan mereka.

"Inilah yang muncul gejala-gejala di negara-negara lain, dan sedikit-demi sedikit sudah menggerogoti bangsa kita, sehingga untuk membendung itu mari kita terus mempertahankan nilai-nilai budaya yang baik dan arif yang digunakan oleh para ulama pendahulu kita dalam menebarkan nilai-nilai Agama," papar Lukman.

Menurut Lukman sejarah membuktikan, bahwa nilai-nilai Islam itu dapat dipertahankan melalui pendekatan rasa atau budaya karena dianggap lebih memiliki kemampuan dalam mempertahankan nilai Islam, sehingga saya mengatakan janga terlalu serius dalam beragama apalagi sampai melupakan nilai-nilai budaya yang baik yang semula di gunakan untuk menebarkan ajaran Islam. [islamedia]