Drama Korea Ini Lecehkan Agama Islam



IslamediaDrama korea berjudul Man Who Dies to Live menuai kecaman publik internasional dan mengalami pemboikotan dikarenakan melecehkan ajaran agama Islam.

Seperti dilansir republika, ahad(23/7/2017), drama Who Dies to Live menampilkan tayangan kontroversial dengan melibatkan sejumlah simbol budaya Islam dan Arab. Dalam sebuah adegan, terlihat tayangan sejumlah perempuan mengenakan jilbab tampil dengan pakaian bikini. 

Ada pula adegan tiga perempuan mengenakan pakaian terbuka dan ketat beserta jilbab dan penutup wajah. Adegan kontroversial lainnya yaitu sang pemeran utama, Choi Min So, mengenakan pakaian tradisional Muslim sambil menenggak minuman anggur. 

Drama ini dibintangi oleh aktor senior Korea Selatan, Choi Min Soo, sebagai Jal Dang Goo. Pemeran lainya yakni Shin Sung Rok, Kang Ye Won, dan Lee So Yeon. 

Drama ini menceritakan tentang seorang pria Korea yang tinggal di sebuah kerajan kecil dan fiksi di Timur Tengah selama lebih dari 40 tahun, dimulai pada awal 1970-an. Pria yang mendapatkan nama Said Faad Ali ini memperoleh status sosial yang tinggi dan mendapatkan dukungan dari penguasa Timur Tengah. 

Penguasa Timur Tengah memerintahkan Said Faad Ali untuk menemukan anak perempuannya di Korea. Sebagai hadiah kalau Said Faad Ali berhasil, ia boleh menikahi putri penguasa tersebut.

Dalam beberapa poster resmi dan episode, MBC menampilkan sejumlah karakter berpakaian seksi dengan busana ala Muslim tradisional. Simbol lain yang juga mewakili budaya tersebut yaitu peralatan makan, lokasi termasuk arsitektur Islam serta beberapa dialog yang juga menggunakan bahasa kerajaan Timur Tengah.

Para netizen meluapkan kemarahanya dengan mengajukan petisi kepada MBC dan menyebarkannya di media sosial. Mrah Zen yang tinggal di Damaskus, Suriah, menginisiasi petisi melalui laman change.org. Hingga Ahad dini hari, petisi itu sudah ditanda tangani hampir 10 ribu pendukung. 

Respon negatif dari publik membuat pihak MBC akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas penggambaran budaya Islam dalam drama terbarunya Man Who Dies to Live. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui media sosial Twitter pada 21 Juli lalu.[islamedia]