Belum Cabut Banding Ahok, Kejaksaan Agung Mirip Pengacara Ahok


IslamediaSikap Kejaksaan Agung menjadi pertanyaan publik karena tidak mau mencabut banding atas vonis dua tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan agama. Salah satu pihak yang mempertanyakan adalah Anggota Komisi III DPR RI, Muslim Ayub.

Muslim menyarankan kepada Kejaksaan Agung seharusnya mengapresiasi dan bangga dengan majelis hakim yang menjatuhkan hukuman kepada Ahok di atas tuntutannya. Bukan sebaliknya, malah mengajukan banding yang membuat Kejaksaan Agung terkesan menjadi kuasa hukum Ahok.

"Ini ibaratnya seolah-olah Jaksa itu semacam pengacara Ahok," ucap Muslim saat seperti dilansir Okezone, Selasa (6/6/2017).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu membandingkan kasus Ahok dengan 10 perkara penodaan agama lainnya sudah divonis dan tidak ada satu pun upaya Kejaksaan melakukan banding.

"Termasuk kasus Asrwendo Atmowiloto, ada 10 kasuslah yang selama ini putusannya ini tidak pernah menjadi persoalan, kenapa kasus Ahok ini melakukan banding, kasus Ahok ini ada apa," ujarnya.

Asrwendo merupakan orang yang pernah dijebloskan ke dalam penjara selama 4 tahun 6 bulan penjara atas kasus penistaan agama. Melalui tabloid Monitor, ia merilis hasil surveinya pada 15 Oktober 1990 silam dan meletakkan nama Rasulullah SAW di urutan ke-11 sebagai tokoh idola.

Saat itu hasil polling itu ternyata sangat mengejutkan dan menuai kemarahan umat Islam karena nama Nabi Muhammad dikalah oleh Presiden Soeharto, disusul BJ Habibie, Soekarno dan musisi Iwan Fals. [islamedia]