Roy Suryo Sarankan Antasari Sebaiknya Minta Maaf ke SBY


Islamedia - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menegaskan partainya tetap menuntut agar mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar meminta maaf kepada Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan dari Ketum Partai Demokrat itu.

Menurut Roy, wajar bila Partai Demokrat meminta dan menunggu permintaan maaf disampaikan Antasari. Sebab, tudingan Antasari terhadap SBY dinilai tak berdasar dan berlatar belakang politis. Apalagi, diucapkannya satu hari sebelum dilaksanakan pemungutan suara Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 putaran pertama.

"Kalau (permintaan maaf) itu dilakukan ya baik, kalau tidak dilakukan biar masyarakat yang menilai," kata Roy.

Lebih lanjut menurut Roy, meski kepolisian menyatakan laporan Antasari Azhar soal sangkaan palsu mungkin tak bisa naik ke penyidikan, Partai Demokrat, yang melaporkan balik Antasari atas dugaan pencemaran baik, tidak akan mencabut laporan.

"Belum tentu dengan adanya penolakan kasus dari penyelidikan ke penyidikan itu kemudian dibatalkan (laporan kita), tidak. Karena laporan balik itu karena adanya statement Pak Antasari di luar itu. Tapi inilah, saya sampaikan Tuhan YME tidak pernah tidur. Jadi, ketika laporan beliau disetop, ya memang tidak ada novum, bukti baru," ujar Roy.

Roy menegaskan jika proses hukum tetap harus berjalan. Karena setiap tindakan ada konsekuensi.

"Secara pribadi, kami semua bersimpati (atas yang menimpa Antasari). Tapi secara hukum harus ada konsekuensi," demikian Roy.

Seperti diketahui, pada 14 Februari lalu Antasari menggelar konferensi pers yang menuduh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai inisiator kriminalisasi terhadap kasusnya. Sebagai reaksi, perwakilan Partai Demokrat kemudian melaporkan Antasari ke Bareskrim Polri.

sumber : rmol.co

[islamedia]