7 Aktivis KAMMI Ditangkap Polisi Saat Demo Didepan Istana Negara


Islamedia - Page Facebook resmi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengumumkan 7 mahasiswa yang ditahan oleh aparat kepolisian saat menggelar Aksi Demonstrasi didepan Istana negara Jakarta pada rabu, 24 Mei 2017.

Ketujuh nama yang ditangkap adalah : Kartika Nur Rakhman (Ketum PP Kammi), Risdam Buyung (KP Jaktim), Edo Hendra Kusuma ( Ketua Komsat Mabda Jakarta Selatan), Arifin Tanjung (PD Kammi Bandung), Khaidir Ali (KP Tangsel), Bayu Anggara (KP PP), Mursalin (Ketum Komsat UIN Jakarta).



Insiden penangkapan diawali saat anggota kepolisian melakukan tindakan represif dalam menindak mahasiswa. Saat mahasiswa duduk untuk menenangkan massanya, namun polisi mulai memukul dan menendang massa yang duduk.

Kondisi semakin tidak terkendali saat 3 mahasiswa mengalami luka-luka akibat terkena pululan dan 7 mahasiswa aktivis KAMMI ditangkap polisi. 


Aktivis Mahasiswa Luka-Luka

Aksi yang dimulai pukul 14.00 awalnya berlangsung kondusif. Para anggota KAMMI berganti-gantian menyampaikan orasinya. Mereka membawa atribut KAMMI, bendera, serta poster yang berisikan ironi penegakan hukum di indonesia.

"19 tahun reformasi membuat kondisi negara semakin jauh dari cita-cita Kemerdekaan", ungkap Ketua Umum KAMMI, Kartika Nur Rakhman di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

KAMMI menuntut agar dituntaskannya berbagai kasus korupsi yang mandek selama ini.

"kami menuntut agar dituntaskannya kasus Mega Skandal BLBI, kasus bailout Century, dan kasus E-KTP", ungkap Nur Rakhman.

Selain itu supremasi hukum masih sangat lemah, hal ini ditandai dengan penunjukan Jaksa Agung dari kalangan partai politik.

[islamedia]