Korupsi Rp 185 miliar dan Vonis 10 Tahun Penjara, Handoko Lie Kabur ke Luar Negeri


Islamedia - Terpidana korupsi Direktur PT Arga Citra Kharisma (PT ACK) Handoko Lie kabur ke luar negeri, informasi ini diketahui saat akan dilakukan eksekusi atas kasus yang menjeratnya dengan hukuman 10 tahun penjara dan uang pengganti korupsi Rp 185 miliar lebih. 

Handoko awalnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus alih fungsi lahan PT KAI di Medan. Pengadilan Tipikor Jakarta kemudian membebaskan Handoko. Kemudian, saat MA memvonis Handoko, ia ternyata sudah kabur ke luar negeri.

"Terpidana Handoko Lie belum memenuhi panggilan untuk menjalani putusan pidananya. Yang bersangkutan telanjur kabur ke luar negeri, saat dibebaskan dan dikeluarkan dari tahanan selama proses hukum penyidangan perkaranya oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus)," ujar Jaksa Agung HM Prasetyo seperti dilansi detikcom, Senin (22/5/2017).

Handoko terlibat kasus korupsi dengan Wali Kota Medan 2010-2015, Rahudman Harahap, mengalihfungsikan lahan PT KAI seluas 7,3 hektare pada 2010. Kemudian Handoko membangun mal, rumah sakit, dan hotel di atas lahan itu serta menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Medan.

"Kejaksaan akan segera meminta Interpol agar Handoko Lie dimasukkan dalam red notice dan membantu menemukan dan menangkapnya," ucap Prasetyo.

Kasus alih fungsi lahan PT KAI ini menjadi atensi dari Kejaksaan Agung sejak 2015. Laporan BPK membuka kotak pandora patgulipat tersebut. Kasus ini merupakan salah satu kasus kakap yang ditangani Kejagung. [islamedia]