Inilah Klarifikasi Final dari Jonru tentang "Pengusiran dari Maumere NTT"


Islamedia - Untuk memperjelas keadaan yang terjadi saat kunjunganya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Aktivis Media Sosial Jonriah Ukur Ginting melengkapi penjelasanya dengan menuliskan klarifikasi lebih lengkap.

Ada 10 point klarifikasi yang ditulis Jonru melalui Page Facebook pribadinya, sabtu(27/5/2017). 

----------------------------------------


Klarifikasi Final dari Jonru tentang "Pengusiran dari Maumere"


1. Benarkah Jonru diusir?

Benar. Pengusiran itu nyata adanya, bahkan videonya sudah beredar ke mana-mana.

2. Tapi kenapa Anda membantahnya?
Saya tidak pernah membantahnya. Saya cuma tidak menceritakannya. Anda tentu paham bedanya, bukan?

Ketika saya berkata bahwa berita pengusiran tersebut sebagai pelintiran lebay, maksudnya adalah: Media-media memberitakannya secara lebay, bias ke mana-mana sehingga banyak mengandung ketidakbenaran.

Silahkan cek semua status di medsos saya. Tidak ada satu pun tulisan saya yang isinya membantah pengusiran tersebut. Makanya, ketika banyak orang yang menuduh saya ngeles, bohong, dst, itu karena mereka kurang paham dalam membaca tulisan saya.

3. Tapi di Instagram Anda menyebut pengusiran itu hoax. Gimana nih?
Yang saya maksud dengan hoax adalah embel-embel yang menyertai pengusiran tersebut. Ada isu tentang menebar kebencian, dipulangkan secara paksa, ingin mendirikan FPI cabang Sikka, dan sebagainya. Itu semua yang hoax.

4. Berarti benar bahwa Anda dipulangkan secara paksa dari Maumere ke Jakarta?
Begini Bro. Jauh hari sebelum berangkat ke NTT, tim saya sudah memesan tiket pp. Dan tanggal 26 Mei 2017 itu memang jadwal kepulangan saya. Jadi tanpa harus diusir pun, saya memang akan pulang tanggal 26 Mei 2017. Isu "pemulangan secara faksa" itu hanya framing negatif untuk membunuh karakter saya.


5. Kenapa Anda sejak kemarin tidak mau menceritakan tentang pengusiran tersebut?
Karena saya sangat menghargai pemda dan aparat keamanan di Maumere yang telah sangat berbuat baik terhadap saya. Jika saya menceritakannya, maka itu bisa menimbulkan gejolak di Maumere, dan gejolak tersebut akan membuat repot pemerintah serta aparat keamanan setempat. Saya tidak ingin membuat mereka repot. Saya ingin situasi di Maumere tetap kondisif, aman dan damai.

6. Menurut Anda, siapa pelaku pengusiran tersebut? Apakah mereka warga Maumere?
Saya mendapat banyak info dari warga setempat. Mereka berkata bahwa warga Maumere sangat toleran, cinta damai, tidak mudah terprovoksi oleh isu-isu yang tidak jelas.

Orang-orang yang mengusir saya tersebut, TIDAK memenuhi kriteria orang Maumere seperti yang diceritakan pada saya tersebut. Karena itu, saya yakin mereka bukan orang Maumere. Entah orang mana, saya tidak tahu.

7. Anda awalnya memutuskan untuk tidak menceritakan pengusiran tersebut. Tapi kenapa kini Anda ceritakan?
Karena beritanya sudah tersebar di mana-mana. Jadi tak ada gunanya lagi jika saya diam.

8. Apakah benar Anda hendak mendirikan FPI cabang SIkka?
Saya bukan orang FPI. Jadi gimana ceritanya saya bisa mendirikan cabang FPI?

9. Apakah setelah insiden ini, Anda akan berhenti menulis kritis di sosial media?
Insya Allah TIDAK. Saya tetap akan seperti bisa. Tak ada yang perlu ditakutkan selama kita berada di pihak yang benar.

10. Orang-orang yang mengusir Anda tersebut, menuduh Anda menyebarluaskan kebencian di Sikka. Benarkah?

Karena ada prinsip "mana ada maling yang ngaku", maka saya tidak akan menjawabnya. Karena itu, berikut saya copas berita dari Kupang Pos tanggal 27 Mei 2017 ( http://kupang.tribunnews.com/…/sebelum-dipulangkan-ke-jakar… ), yang berisi pendapat dari Camat Sikka, Fitrinita Kristina:

==== awal copas: =====

Fitri menuturkan, Jonru paham dengan kondisi yang dihadapinya. Fitri menilai Jonru cukup matang menyikapi situasi yang dihadapinya. "Pak Jonru menyampaikan minta maaf karena ada prosedur yang dilangkahinya. Dia mengatakan, kejadian yang dialaminya menjadi pembelajaran ke depan," ujar Fitri.

Kepada Camat Fitri, Jonru mengaku dari Akrom Foundation. Lembaga itu berbadan hukum resmi yang mempunyai misi kemanusiaan, membantu sesama lintas agama dan lintas wilayah. Donatour lembaga ini digalang melalui media sosial, mengajak saling membantu sesama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Fitri menyarankan kepada Jonru, bila melakukan kegiatan di masa mendatang supaya melaporkan lebih awal kepada pemerintah setempat, sehingga tidak menimbulkan prasangka dari warga.

"Saya juga sampaikan kenapa Pak Jonru dipandang radikal. Karena ada interprestasi dari para pihak terhadap status Pak Jonru. Saya juga minta jika ada kesan kurang ramah dari masyarakat supaya dimaklumi. Tapi jangan dibawa ke Jakarta dan disebarluaskan. Sikap dan tindakan masyarakat semata karena kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan anti radikalisme," kata Fitri.

Fitri mengatakan, pemerintah belum memiliki bukti mengenai aktivitas masyarakat yang meresahkan pasca kehadiran Jonru. Fitri menjelaskan, dialognya dengan Jonru agar dia memahami sikap pemerintah dan masyarakat. Bila suatu waktu kembali lagi ke Maumere, Sikka supaya mematuhi prosedur di pemerintahan.

====== akhir copas ====

CATATAN JONRU:
Saat kami bertemu di Bandara Frans Seda Maumere, Bu Fitrinita Kristiani sempat berkata, "Saya pakai logika saja. Jika memang Jonru berniat tidak baik saat datang ke Flores, dia tidak mungkin berani mempublikasikan kedatangannya di media sosial. Saya berpikir, ini orang berani banget. Karena itu, saya penasaran, ingin ketemu Jonru."

Dan setelah kami bertemu dan ngobrol dengan akrab, Bu Camat berkata bahwa kegiatan kami sangat positif, bahkan beliau mendukung kegiatan sosial yang kami lakukan di Sikka.

Jakarta, 27 Mei 2017
Jonru Ginting
______________________
NB: Yuk Join dengan Telegram Channel Jonru. Cari username @jonruginting atau klik saja https://t.me/jonruginting

[islamedia]