Ingkari Janji Saat Kampanye, Presiden Perancis Terpilih Tegaskan Tak Akan Akui Palestina



Islamedia - Presiden terpilih Perancis, Emmanuel Macron menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara karena akan menghambat hubungan baik antara Israel dan Perancis.

Pernyataan Emmanuel ini bertolak belakang dengan janjinya saat masa kampanye yang akan mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

Menurut Emmanuel Palestina akan menyebabkan ketidakstabilan dan pihaknya tidak akan mengambil resiko hubungan Perancis dengan Israel untuk melayani agenda Palestina.

Pengakuan unilateral Palestina, saat ini, akan merusak stabilitas,” ujar Emmanuel dalam sebuah demonstrasi politik, seperti dilansir kiblat.net, Senin (21/05/2017).

Presiden liberal baru Perancis lebih suka menjaga hubungan baik dengan Israel daripada mengakui “Palestina” sebagai negara.

Emmanuel memenangkan Pemilu Presiden Perancis pada bulan Mei 2017 dengan mendapatkan 65,9 persen suara. Sedangkan Le Pen hanya mendapat 34,1 persen. Atas kemenangannya ini, Emmanuel yang beru berusia 39 tahun dinobatkan sebagai presiden termuda dalam sejarah Perancis. [islamedia]