Gamawan Fauzi : Saya Siap Dikutuk Allah Jika Terima Uang e-KTP


Islamedia - Mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, bersumpah Demi Allah tidak pernah mendapatkan aliran dana suap proyek e-KTP yang telah merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

"Saya tidak pernah menerima uang satu rupiah pun dari proyek ini. Demi Allah saya tidak menerima satu rupiah pun dari proyek ini. Saya minta didoakan agar dikutuk oleh Allah jika saya menerima uang. Tapi saya juga meminta agar orang yang memfitnah saya dibukakan hatinya," ujar Gamawan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, seperti dilansir rimanews.com, kamis(16/3/2017).

Seperti diketahui bahwa ada 2 mantan pejabat Kemendagri yang sudah menjadi tersangka korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto, Gamawan disebut menerima uang US$ 4,5 juta dari Andi Agustinus alias Andi Anrogong melalui Afdal Noverman dalam dua tahan. 

Tahap pertama diberikan sejumlah US$ 2 juta dengan maksud agar pelelangan pekerjaan KTP berbasis NIK secara nasional (e-KTP) tidak dibatalkan oleh Gamawan Fauzi. Tahap kedua Andi Narogong kembali memberikan US$ 2,5 juta untuk memperlancar proses penetapan pemenang lelang pada pertengahan Juni 2011, melalui saudaranya, Azmin Aulia.

Gamawam Fauzi juga berani bersumpah dengan nama Allah dan siap dikutuk jika menerima aliran uang tersebut.

Sementara uang Rp 50 juta yang juga disebut dalam dakwaan, menurut Gamawan, uang itu merupakan uang honor dirinya sebagai pembicara semasa menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

"Rp 50 Juta itu saya terima dari hasil saya sebagai pembicara di lima provinsi. Itu honor resmi, dan saya tandatangani. Menteri kalau menjadi pembicara perjam honornya Rp 5 juta,"jelas mantan Menteri SBY itu. [islamedia]