Pakar IT Ini Bongkar Cara yang Dilakukan Para Penyerang Web KPU


Islamedia - Pakar IT yang juga merupakan Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Centre (CISSReC) Pratama mengungkapkan bahwa serangan yang hampir membuat down server KPU tersebut kemungkinan besar adalah serangan dengan menggunakan DDoS (Distributed Denial of Service).

Sistem Zombie ini merupakan serangan dengan menggunakan ribuan bahkan jutaan zombie system yang mengirimkan paket data secara berulang-ulang sehingga sumber daya komputer atau sistem yang diserang tidak berfungsi.

"Saat server down, praktis sebenarnya tidak ada yang bisa mengubah data, kecuali mempunyai akses fisik langsung terhadap server," ujar Pratama seperti dilansir republika, jum'at(17/2/2017).

Lebih lanjt Pratama menjelaskan bahwa bahwa saat menggunakan TOR browser, situs web KPU masih bisa dapat diakses. TOR browser ini bisanya digunakan oleh peretas untuk menyamarkan dirinya di internet. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada filtering terhadap siapa saja untuk mengakses dan menyerang KPU.

"Seharusnya KPU dari awal mem-block IP yang berpotensi digunakan oleh peretas untuk mengakses KPU," saran Pratama.

Menurut Pratama, seharusnya pihak KPU sudah melakukan block terhadap tor-exit node yang terdapat dalam https://check.torproject.org/cgi-bin/TorBulkExitList.py?ip=103.21.228.212&port=. Pratama juga mengimbau masyarakat bisa lebih tenang dan tidak termakan oleh banyaknya broadcast yang beredar di Whatsapp maupun media sosial.

Meskipun adanya serangan terhadp sistem web KPU, Pratama tetap menekankan bahwa serangan terhadap web KPU tidak akan mengubah hasil pilkada karena setiap pasangan telah mempunyai formulir bukti penghitungan suara. [islamedia]