Sidang Lanjutan Penistaan Agama oleh Ahok Kemungkinan Besar Tidak Ditayangkan Langsung di TV


Islamedia - Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Didik Wuryanto mengungkapkan bahwa kemungkinan besar sidang lanjutan penistaan agama dengan terdakwa ahok tidak ditayangkan secara siaran langsung.

"Itu (ditayangkan live) izinnya dari ketua majelis. Kalau seperti sidang kemarin, setiap mau mulai selalu diberi kesempatan untuk mengambil gambar, lalu diperbolehkan atau tidak untuk live. Jadi tergantung kebijakan ketua majelis," ujar Didik seperti dilansir Warta Kota, Selasa (2/1/2017).

Saat ditanya alasan tidak disiarkan secara langsung, Didik menjelaskan karena sudah terkait agenda persidangan yakni pemeriksaan saksi. "Karena besok rencananya pemanggilan saksi, jadi tidak bisa (ditayangkan live)," jelas Didik.

Pihaknya menyampaikan tidak bisanya sidang ditayangkan secara live lantaran dikhawatirkan apabila argumen yang akan diberikan oleh saksi diketahui oleh saksi-saksi lain yang belum dipanggil ke persidangan.

"Intinya saksi gak bisa salaing berhubungan saat memberikan keterangan di sidang. Kalau keterangan saksi dari JPU didengarkan oleh saksi yang nantinya akan dipanggil oleh penasihat hukum terdakwa, bisa di-counter dong karena sudah tahu, begitu pula sebaliknya. Kurang lebih seperti itu. Itu diatur di dalam KUHAP" tutur Didik.

Selain itu Didik juga memaparkan bahwa alasan tidak bisanya persidangan ditayangkan secara live karena dikhawatirkan akan timbul perpecahan antar umat beragama, ia mempersilahkan masyarakat untuk memberikan penilaian.

"Kami tidak mengarah kesana, tapi silahkan masyarakat nilai sendiri," pungkasnya

Sidang ke-4 perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa ahok akan digelar Selasa (3/1/2017) di Gedung D, Ruang Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Dengan agenda pemeriksaan saksi oleh pihak jaksa penuntut umum (jpu).[islamedia.id]