Presiden Jokowi Akan Segera Siapkan Usulan Nama Hakim MK Pengganti Patrialis Akbar


Islamedia Penahanan Patrialis Akbar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat kursi hakim MK kosong dan perlu segera dicarikan penggantinya. 

Menanggapi hal tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa akan segera menindaklanjuti permintaan pengganti Patrialis Akbar untuk duduk di posisi Hakim MK.

"Ya nanti kalau sudah mendapatkan laporan secara penuh kemudian ada juga permintaan ke kita dan akan segera ditindaklanjuti," ujar Jokowi di sela-sela kunjungannya pada peluncuran kebijakan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor bagi industri kecil dan menengah di Sentra Kerajinan Tembaga Tumang, Kabupaten Boyolali seperti dilansir viva, Senin(30/1/2017).

Jokowi menjelaskan bahwa proses perekrutan akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Harapannya, akan ada masukan dari masyarakat kepada calon hakim yang diusulkan oleh pemerintah nantinya.

"Sehingga masyarakat bisa memberikan masukan-masukan. Saya kira cara-cara itu yang akan kita lakukan dan akan kita dapatkan yang mempunyai kualitas integritas dan kemampuan untuk duduk di MK," jelas Jokowi.

Sebelumnya Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat meminta Presiden Joko Widodo untuk segera mencari seorang calon hakim baru di MK. Patrialis rencananya akan dinon-aktifkan akibat kasus suap yang menjeratnya.

"Tentunya dengan melihat perkembangan sekarang ini, judicial review jumlahnya banyak. Sebentar lagi pilkada. Tentu kalau sampai diberhentikan dengan tidak hormat, sangat urgent untuk mengisi kekosongan itu," kata Arief saat konferensi pers di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis 26 Januari 2017.

Arief memaparkan bahwa pemilihan sembilan hakim Mahkamah Konstitusi memiliki mekanisme tersendiri. Dia merinci bahwa tiga hakim dipilih oleh pemerintah, tiga hakim oleh DPR dan tiga sisanya oleh Mahkamah Konstitusi.[islamedia]