Basuki : Patrialis Akbar Tak Pernah Terima Uang, Kamaludin yang Minta


Islamedia Tersangka dugaan suap terkait uji materil UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Basuki Hariman menyatakan dirinya tidak pernah memberikan uang apa pun kepada Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar.

Basuki sendiri ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan KPK sejak Jumat (27/1) sekitar pukul 02.00 Wib. Dia keluar dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dengan memakai rompi tahanan berwarna oranye.

"Tidak pernah. Nggak Pernah (memberikan uang kepada Patrialis)," kata Basuki kepada wartawan saat keluar dari gedung KPK, Jumat (27/1).

Basuki mengaku bukan sebagai pihak yang punya kepentingan di Mahkamah Konstitusi (MK), tapi sekedar membantu orang yang berperkara.

Perkara tersebut berkaitan dengan impor daging sapi yang sedang diperkarakan oleh pengusaha daging sapi.

Basuki mengungkapkan, tingginya jumlah impor daging sapi dari India telah mempersulit pedagang lokal. Karena itulah, sebagai bentuk dukungannya kepada penggugat, Baauki mengaku hanya memberikan penjelasan kepada Patrialis Akbar sebagai salah satu hakim di MK.

"Daging impor dari India terlalu banyak. Lalu ada gugatan ke MK. Saya merasa perlu bantu untuk menjelaskan kepada hakim konstitusi. Kepada pak Patrialia, saya katakan, masuknya daging India ini merusak peternak lokal. Selain itu, di sana masih terjangkit penyakit PMK. Ini dibuktikan di sertifikatnya yang tertulis dari negara infected, kok masih saja impor," katanya.

Basuki mengaku, pertemuannya dengan Patrialis tidak untuk memberikan uang. Tapi hanya menjelaskan saja. "Setelah dia mengerti dia coba pelajari, tapi saya tidak pernah memberikan uang apa-apa," akunya.

Justru Basuki menyebut Kamaludin yang meminta uang kepadanya untuk pergi umrah. "Yang minta uang itu namanya Kamaludin. Dia memang teman saya dan dekat sama Pak Patrialis. Dia minta uang untuk umrah. Saya percaya itu buat dia pribadi, bukan untuk pak Patrialis" kata Basuki.

Bahkan, Basuki juga mengaku, selama berbicara dengannya, Patrialis tidak pernah menyinggung soal uang. Dan, dirinya juga tidak pernah memerintahkan Kamaludin untuk memberi uang kepada Patrialis Akbar. 

"Tidak pernah ada pembicaraan soal uang dari pak Patrialis selama kami bicara. Justru yang minta uang itu Pak Kamal. Karena saya merasa bahwa Kamaludin mengenal Pak Patrialis, maka saya pun memberinya uang, apalagi alasannya untuk umrah," ungkapnya.

Bahkan, yang memberikan janji kenangan atas perkara itu adalah Kamaludin, bukan Patrialis.   "Kamaludin yang bilang, kalau uang diberikan kepadanya, maka perkara itu menang. Padahal saya tahu, Pak Patrialis tidak mungkin seperti itu, beliau berjuang apa adanya," katanya.

Basuki mengaku, uang yang diberikannya kepada Kamaludin itu sebanyak dua kali. Pertama berjumlah USD 10.000 dan yang kedua USD 20.000. "Dua kali, yang ketiga belum terjadi," tambahnya. 

sumber : netralitas.com

[islamedia]