Walikota Padang Larang Perusahaan Paksa Karyawan Muslim Gunakan Atribut Natal


Islamedia - Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah memerintahkan kepada perusahaan yang ada di Kota Padang untuk tidak memaksakan karyawan Muslim menggunakan atribut Natal. Perintah ini dikeluarkan untuk menindaklanjuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 56 tahun 2016 tentang penggunakan atribut keagamaan non-muslim.

"Saya perintahkan kepada para pengelola mal, hotel, usaha hiburan, tempat rekreasi, restoran, dan perusahaan yang ada di Kota Padang, agar tidak memaksa karyawan muslim untuk menggunakan atribut yang tidak menandakan identitas seorang muslim" ujar Mahyeldi dalam acara Tabligh Akbar Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438H di Masjid Nurul Imam seperti dilansir gosumbar, Jumat (16/12/2016).

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Walikota akan membagikan Surat Edaran secara resmi terkait penggunaan atribut keagamaan kepada para pelaku Usaha di Kota Padang.

"Dalam waktu dekat, Pemko Padang akan membagikan surat edaran tentang penggunan atribut keagamaan non-muslim tersebut kepada pelaku usaha yang ada di Kota Padang. Kita berharap, pelaku usaha bisa memahami dan mematuhi surat edaran tersebut,"jelas Mahyeldi

Mahyeldi menghimbau agar semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama jelang Natal dan Tahun Baru 2017. Sebagai suatu bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika, harus saling menghormati perbedaan keyakinan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.[islamedia.id]