Tak Laku Dipasaran, Sari Roti Kerahkan SPG untuk Jual Secara Asongan di Pintu Tol


Islamedia - Aksi boikot terhadap Sari Roti yang dilakukan oleh umat Islam Indonesia ternyata pukulan serius bagi bisnis PT. Nippon Indorsari Corpindo. Meskipun pada awalnya pihak manajemen sempat menantang dengan melontarkan ucapan jika produk mereka selama ini dikonsumsi oleh kelas menengah ke atas.

Namun fakta di pasaran semua diluar perkiraan manajemen sari roti, ternyata banyak Umat Islam dari kalangan menengah keatas juga melakukan pemboikotan, sehingga menyebabkan Sari Roti tidak laku dipasaran.

Salah satu netizen sempat mengirimkan sebuah foto yang memperlihatkan seorang Sales Promotion Girl (SPG) dengan mengenakan kaos berwarna biru bertuliskan Sari Roti, menjajakan Roti dari produk Sari Roti di pintu Tol, ketika mobil sedang antri.

Kalau mau jujur pelanggan Sari Roti justru banyak dikonsumsi oleh umat muslim, jadi tidak heran kalau banyak produk mereka akhirnya expired,” ujar Abdullah Kelrey, Ketua Indonesia Youth Society seperti dilansir pembawaberita.com, ahad(18/12/2016).

Untuk mengembalikan kepercayaan menurut Dullah sudah sangat sulit, apalagi pihak manajemen Sari Roti justru terkesan sangat angkuh, bahkan mereka percaya jika saham milik PT. Nippon Indorsari Corporindo yang sempat jatuh bukan karena hasil dari boikot umat muslim.

Sementara itu di beberapa minimarket, seperti Seven Eleven, Alfamart dan Indomart, rak yang dulunya di isi oleh Sari Roti, kini mulai diganti dengan roti dengan merek “My Roti”. [islamedia]