Sekolah Muhammadiyah Boikot Penjualan Produk Sari Roti


Islamedia - Gerakan boikot produk Sari Roti terus berlanjut, kali ini dilakukan oleh Koperasi Asy Syams dari SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya secara resmi menghentikan penjualan produk Sari Roti.

Keputusan boikot tersebut diambil secara bulat pada Rabu (7/12/2016), dalam rapat internal pengurus Koperasi Syariah Asy-Syams SD Muhammadiyah 4 Surabaya, yang salah satunya membawahi usaha kantin sekolah

Sudah diputuskan dalam rapat internal koperasi, dan semua pengurus sudah setuju. Sejak hari ini, Kamis, 8 Desember 2016, sudah tidak akan ada lagi pasokan Sari Roti di kantin sekolah dengan 1.600 murid ini.” Ujar Badan Pemeriksa Koperasi, M. Syaikhul Islam MHI, seperti dilansir pwmu.co, kamis(8/12/2016). . 

Menurut Syaikhul putusan ini diambil setelah melihat pengumuman dari manajemen pusat Sari Roti yang tendensius, merasa keberatan atas perilaku penjual pengecer roti tersebut menggratiskan dagangannya pada Aksi 212 dengan menyatakan tidak terlibat dalam semua kegiatan politik.

Sikap pemilik atau produsen roti tersebut benderang menunjukkan ketidaksimpatiannya terhadap umat Islam terutama mereka yang tergabung pada aksi tersebut. Dia lupa dan tak menyadari bahwa konsumen terbesar dari roti produksinya adalah umat mayoritas di negeri ini,” jelas Syaikhul.

Bukan hanya melarang penjualan Sari Roti di kantin Sekolah, pihak Sekolah juga melarang membeli Sari Roti sebagai konsumsi kegiatan sekolah seperti hidangan rapat ataupun kegiatan-kegiatan lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya PT Nippon Indosari Corpindo Tbk yang merupakan induk perusahan yang memproduksi Sari Roti mengumumkan bahwa sari roti tidak mau dikaitkan dengan Aksi Bela Islam Jilid 3. (baca : Manajemen Pusat Sari Roti Tak Mau Dikaitkan dengan Aksi Bela Islam 3). [islamedia.id]