Junaedi Albaghdadi Marah Zikir Akbar yang Dipimpinnya Dipolitisir Ahok-Djarot


Islamedia - Pemimpin Majelis Zikir Manaqib, KH Junaedi Albaghdadi (Abah) menyampaikan kemarahanya terhadap panitia penyelenggara kegiatan pengajian akbar yang rencananya digelar di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur (Minggu, 18/12), pukul 14.00 WIB.

Sebab dalam undangan acara bertajuk zikir akbar tersebut, termuat gambar pasangan calon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Bahkan, pengumuman senada dipublikasikan melalui sebuah harian ibukota, beberapa hari lalu.

"Itu yang membuat Abah komplain (ke panitia), karena tanpa pemberitahuan sebelumnya," kata dia saat dikonfirmasi, beberapa saat lalu.

"Yang saya khawatirkan, ini kampanyenya salah satu kandidat diiringi zikir sama abah. Nah, itu yang salah," kata dia.

Menurut abah, seharusnya acara zikir tak disusupi oleh agenda lain, termasuk memuat salah satu calon kontestan pilkada.

"Kan sama saja mempolitisir itu, mendompleng itu," kesalnya.

Abah pun telah meminta penjelasan panitia penyelenggara dan mengalamatkan kekecewaannya.

"Langsung ke ketua panitianya, si Mochtar (bekas Walikota Bekasi Mochtar Mohamad) sama si Ditor," bebernya.

Akibat ulah panitia, Abah mengaku membuat puluhan ribu jamaahnya kecewa dan batal menghadiri pengajian tersebut.

"Mereka enggak terima," kata pimpinan umum Pondok Pesantren Barokatul Qodiri ini.

Dia pun memastikan tak akan hadir dalam zikir akbar tersebut.

Lebih lanjut, Abah memastikan lepas tangan apabila nantinya ada dugaan pelanggaran kampanye, lantaran acara itu dipublikasikan melalui sebuah surat kabar dan diduga melanggar UU Pilkada.

Sebab, zikir akbar tersebut bukanlah inisiasinya, melainkan hanya mendapatkan tawaran dari panitia untuk memimpin jalannya pengajian.

"Abah kan ibarat penyanyi yang diundang," jelasnya.

Dia mengaku, tidak mengetahui lembaga mana yang menyelenggarakan zikir akbar, lantaran cuma mengenal secara personal panitia pelaksana. 

sumber : rmoljakarta.com

[islamedia]