Ada 20 Anggota Polisi yang Menggeledah Rumah Kivlan Zein


Islamedia - Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menceritakan kronologis penangkapan dirinya saat ditangkap oleh aparat kepolisian Polda Metro Jaya. 

Kivlan mengungkapkan bahwa penangkapan itu terjadi usai dirinya menunaikan Sholat, sekitar pukul 5 kurang 15 menit atau 04:45 WIB pada Jumat 2 Desember 2016. 

Jam 5 kurang 15 setelah selesai saya Sholat Shubuh satu rombongan dari Polda Bareksrim datang ke tempat saya, rombongan lebih kurang 20 orang, tapi ada juga polisi militernya dari KODAM. Mereka 120 orang rombongan, tempat saya ada sekitar 20, kemudian mereka ada perintah menggeledah rumah saya” ujar Kivlan Zein dalam wawancara TVONE, sabtu(3/12/2016) 

Kivlan mengaku sudah mengetahui bahwa dirinya akan ditangkap bersama sejumlah tokoh seperti Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri, Brigadir Jenderal (Purn) TNI Adityawarman Thaha, dituduh berbuat makar. 

Kivlan menegaskan tidak pernah punya niat berbuat makar. Misalnya, menduduki Gedung MPR-DPR, dan menggulingkan pemerintah. "Makar itu dengan bersenjata, kudeta, pemberontakan. Itu makar," ujarnya. 

Kivlan menegaskan bahwa dirinya dan para tokoh itu berpikir konstitusional. Mereka memperjuangkan perubahan UUD 1945 kembali ke naskah aslinya. "Indonesia ini sudah rusak, tata kehidupan budaya masyarakat rusak," tutur dia. 

Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Rikwanto menyebutkan bahwa Sebagian besar melanggar pasal 107 Jo pasal 110 Jo pasal 87 tentang makar dengan maksud menggulingkan pemerintah, dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup atau pidana penjara sementara selama 20 tahun. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, pada Sabtu(3/12/2016), lima orang sudah dilepaskan. Mereka antara lain Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein, dan Ahmad Dhani. Sementara lima tersangka lainnya masih menjalani pemeriksaan. [islamedia.id]