Terbukti Menghina Al-Qur'an, MUI Minta Polisi Berani Tindak Tegas Ahok


Islamedia - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin meminta kepada aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk menindak tegas Ahok yang telah menghina dan menistakan Al-Qur'an.

"Kami meminta pemerintah wajib untuk mencegah setiap penodaan dan penistaan Alquran dan bagi aparat penegak hukum agar dapat menindak tegas orang tersebut," Ujar Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin di Kantor MUI, Jakarta, seperti dilansir tribunnews selasa (11/10/2016).

Kiyai Ma'ruf menghimbau kepada pemerintah Indonesia agar tidak melakukan pembiaran kepada orang yang telah melakukan hal segala bentuk penistaan kepada Al-Qur'an dan ajaran agama Islam.

Aparat kepolisian diminta proaktif melakukan penegakan hukum secara cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat.

"Dari pernyataan Ahok beberapa waktu lalu, maka MUI menjelaskan bahwa Ahok telah menghina Alquran dan menghina para ulama," tegas Kiyai Ma'ruf.

Menurut Kiyai Ma'ruf, dalam surat Al Maidah ayat 51, secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dam Nasrani sebagai seorang pemimpin dan menjadi dalil larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin.

"Ulama wajib menyampaikan isi surat al Maidah kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin muslim adalah wajib," kata Maruf Amin.

Namun, ketika kandungan dari surat al Maidah itu dikatakan sebuah kebohongan, maka hukumnya haram dan termasuk penistaan terhadap Alquran.

"Apalagi menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surat Al Maidah adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam," kata Kiyai Ma'ruf. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahok melontarkan perkataan yang melecehkan Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam.  Ahok mengatakan bahwa Al-Qur'an surat Al Maidah ayat 51 sebagai kitab yang membodohi Umat Islam. (baca: Dihadapan Warga Kepulauan Seribu, Ahok Sebut Al-Qur'an Sebagai Kitab yang Membodohi Umat Islam ). [islamedia.id]