Ustadz Salim A Fillah Dituding RASIS Karena Orasi Sejarah Pengkhianatan Etnis Tionghoa di Yogyakarta


Islamedia - Sejumlah netizen menuding Ustadz Salim A Fillah melontarkan pernyataan RASIS terhadap etnis Tionghoa terkait orasinya dalam Aksi Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Yogyakarta yang mengecam Ahok atas penistaan Al-Qur'an, jum'at(28/10/2016).

Dalam orasinya dihadapan ribuan Umat Islam Yogyakarta dan sekitarnya, Ustadz Salim mengungkapkan fakta sejarah tentang pengkhianatan etnis Tionghoa Yogyakarta pada saat perang kemeredekaan Indonesia. 

Pada saat itu sejarah mencatat bahwa etnis Tionghoa lebih memilih membantu pasukan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia, daripada ikut berjuang bersama elemen bangsa yang lain.

Satu fakta sejarah di Jogja ini, kenapa saudara Thionghua tidak punya hak milik diwilayah Jogja ini? Hanya hak guna bangunan, sejarah pada agresi Militer 2 Belanda, desember 1948, komunitas Tionghoa yang ada di Jogja memberikan sokongan kepada agresor Belanda itu” ujar Ustadz Salim disambut suara takbir.

Ustadz Salim mengungkapkan bahwa akibat prilaku khianat yang dilakukan etnis tionghoa tersebut akhirnya Sultan Hamengkubuono kemudian mencabut hak kepemilikan tanah terhadap etnis tionghoa di Yogyakarta.

Maka tahun 1950, ketika tegak NKRI dari Yogjakarta ini, komunitas Tionghoa mau eksodus oleh Sultan Hamengku Buwono 9, mereka ditenangkan dengan mengatakan anda (orang Cina) meskipun berkhianat pada Negri ini tetap kami akui sebagai tetangga, tinggallah disini. Tapi maaf saya cabut satu hak anda yaitu hak untuk memiliki tanah, karena keserakahan anda sepanjang sejarah sudah terbukti”. [islamedia.id]